Jumat, 04 Januari 2013

Ahlak Nabi Muhammad SAW






Top of Form
 Ash Shiddiq Salah Satu Akhlak Nabi Muhammad SAW
Sebagai seorang muslim yang taat, sudah seharusnya kita menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kita. Akhlak mulia beliau sepantasnya kita ikuti, karena beliaulah semulia-mulianya akhlak manusia di dunia ini. Tak akan pernah ada akhlak yang lebih indah daripada akhlak Rasulullah junjungan kita, akhlak Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW, ada seorang Badui yang ingin mengetahui akhlak Nabi Muhammad SAW seperti apa sehingga orang-orang yang ada di dekatnya begitu sangat bersedih dan sangat kehilangan pegangan ketika Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.
Seorang suku Badui tersebut mendatangi para sahabat nabi dan meminta mereka menceritakan akhlak Rasulullah SAW, tetapi para sahabat hanya mampu menangis dan tak sanggup menceritakan keindahan akhlak beliau.
Pertama, seorang badui mendatangi Umar bin Khatab. Umar berkata bahwa Rasulullah adalah teladan bagi kita semua, saya tak sanggup menceritakan keindahan akhlak Rasulullah. Kemudian Umar menyuruhnya untuk mendatangi Bilal, seorang sahabat nabi yang pandai melantunkan adzan dengan sangat indah. Namun, Bilalpun memberi jawaban yang sama, bahwa beliau tidak sanggup menceritakan keanggunan sikap Rasulullah terhadap orang-orang di sekitarnya.
Orang Badui itu heran mengapa kedua sahabat nabi yang bernama Umar dan Bilal tak sanggup menceritakan akhlak sang nabi. bukankah mereka adalah orang-orang yang terdekat dengan Nabi? Tapi mengapa ketika ditanya akhlak Nabi Muhammad SAW, mereka malah menangis dan berlinang air mata mengenang kebaikan beliau? Orang Badui tersebut semakin penasaran. Sebaik apakah beliau sehingga orang-orang tak sanggup mendeskripsikan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Akhirnya, dia menemui Ali bin Abu Thalib, badui tersebut berkata, "Wahai Sayyidina Ali, tolong ceritakan padaku tentang akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga orang-orang tak sanggup menceritakan kebaikan beliau."
Ali kemudian balik bertanya kepada badui tersebut., "Sekarang, ceritakan padaku bagaimana keindahan dunia padaku."
Orang Badui itu menjawab dengan lirih, "Ampun, saya tak sanggup menceritakan keindahan dunia ini."
Ali menjawab kembali, "Begitupun akhlak Nabi Muhammad SAW, tak seorangpun sanggup menceritakan kebaikan sifat beliau, bahkan di dalam Al-Qur'an sendiri difirmankan dalam Surat Al-Qalam Ayat ke-4 bahwa sungguh, Muhammad SAW mempunyai budi pekerti yang agung."

Ash-Shiddiq, Salah satu akhlak Nabi Muhammad SAW
Salah satu akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Ash Shiddiq atau jujur. Beliau adalah orang yang tidak pernah berbohong. Sejak kecl, beliau sudah memiliki sifat jujur, bahkan ketika beliau masih menjadi pedagang. Beliau selalu menyebutkan dengan jujur modal yang beliau gunakan untuk barang dagangannya dan terserah kepada pembeli akan memberikan lebih atau tidak pada barang yang dibelinya. Di zaman sekarang, apa ada pedagang seperti itu?
Rasulullah juga selalu mengajarkan harus bersikap jujur. Karena, dengan kejujuran, kita akan bisa menerima diri kita apa adanya dan bisa bersyukur atas karunia Allah SWT kepada kita.
Pertama, kita harus jujur pada diri sendiri, maka kita akan jujur pada apa-apa yang mengikuti kita seperti malam dan siang. Dan itu akan berdampak kita akan hidup jujur di masyarakat.
Kejujuran akan membawa pada kemaslahatan umat.


Coba andaikan saja para polisi, pegawai pemerintah (seperti DPR) dan pemimpin negeri kita jujur, mungkiin kita akan menjadi negara yang makmur.
Jadi, bersikaplah jujur atau Shiddiq agar kita semua makmur dan merasakan hidup di negara Indonesia yang kaya raya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar