Sabtu, 22 Desember 2012

Kisah Al Qomah yang Hendak Dibakar Rasulullah SAW


(syurga berada di telapak kaki Ibu)
Dengan tergopoh-gopoh, istri Al-Qomah menghadap Rasulullah SAW mengabarkan suaminya sakit keras. Beberapa kali mengalami Naza tapi tak juga sembuh.
"Aku sangat kasihan kepadanya Ya Rasulullah" ratap perempuan itu.
Mendengar pengaduan wanita itu Nabi SAW merasa kasihan. Beliau lalu mengutus Bilal, Shuhaib dan Ammar untuk menjenguk keadaan Al-Qomah. Keadaan Al-Qomah memang sudah dalam keadaan koma. Bilal lalu menuntunnya membacakan tahlil ditelinganya, anehnya seakan-akan mulut Al-Qomah terkunci rapat. Berulang kali dicoba, mulut itu tidak mau membuka sedikitpun. Tiga sahabat itu lalu bergegas pulang melaporkan kepada Rasulullah SAW tentang keadaan Al-Qomah.
"Sudah kau coba menalqin ditelinganya?" tanya Nabi SAW.
"Sudah Rasulullah, tetapi mulut itu tetap terbungkam rapat" jawabnya.
"Biarlah aku sendiri datang kesana", kata Nabi.

Begitu meliat keadaan Al-Qomah tergolek diranjangnya, Nabi SAW bertanya kepada istri Al-Qomah:
"Masihkah kedua orang tuanya?" tanya Nabi.
"Masih ya Rasulullah, tetapi masih tinggal ibunya yang sudah tua renta", jawab istrinya.
"Dimana dia sekarang?" tanya Nabi.
"Dirumahnya, tetapi rumahnya jauh dari sini" Jawab istri Al-Qomah.

Tanpa banyak banyak bicara, Rasulullah SAW lalu mengajak sahabatnya menemui ibu Al-Qomah untuk mengabarkan anaknya yang sedang sakit keras.
"Biarlah dia rasakan sendiri", kata ibu Al-Qomah.
"Tetapi dia sedang dalam keadaan sekarat, apakah ibu tidak merasa kasihan kepada anakmu?" tanya Nabi.
"Dia berbuat dosa kepadaku", jawabnya dengan singkat.
"Ya, tetapi maafkanlah dia. Sudah sewajarnya ibu memaafkan dosa anaknya", bujuk Nabi.
"Bagaimana aku harus memaafkan dia ya Rasulullah jika Al-Qomah selalu menyakiti hatiku sejak dia memiliki istri", kata ibu Al-Qomah.
"Jika kau tidak mau memaafkannya, Al-Qomah tidak akan bisa mengucap kalimat syahadat, dan dia akan mati dalam keadaan kafir", kata Rasulullah.
"Biarlah dia ke neraka dengan dosanya", jawab ibu Al-Qomah.

Merasa bujukannya tidak berhasil meluluhkan hati ibu Al-Qomah, lalu Rasulullah mencari cara lain. Kepada Bilal Nabi berkata:
"Hai Bilal, kumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya", perintah Nabi.
"Untuk apa kayu bakar itu ya Rasulullah?" tanya Bilal keheranan.
"Akan aku gunakan untuk membakar Al-Qomah, daripada dia hidup tersiksa seperti itu, jika dibakar dia akan lebih cepat mati dan itu lebih baik karena tak lama menanggung sakit", jawab Rasulullah.

Mendengar perkataan Nabi, ibu Al-Qomah jadi tersentak. Hatinya luluh membayangkan jika anak laki-lakinya dibakar hidup-hidup. Ia menghadap Rasulullah sambil meratap:
"Wahai Rasulullah, jangan kau bakar anakku", ratapnya.
Beliau lalu mendatangi Al-Qomah dan menuntunnya membaca talqin. Berbeda dengan sebelumnya, mulut Al-Qomah lantas bergerak membacakan kalimat dzikir, membaca syahadat seperti yang dituntunkan Nabi. Jiwanya tenang karena dosanya telah diampuni oleh ibunya. Al-Qomah kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dengan fasih mengucapkan kalimat syahadat. Ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Memang surga berada dibawah telapak kaki ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar